Sabtu, 05 Oktober 2013

JALAN MENUJU CITA HAFIDZ

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Sabtu, Oktober 05, 2013 0 komentar

KONSENTRASILAH :

Konsentrasikanlah pikiran untuk mencapai tujuan yang paling utama.. yakni hafal AlQur'an.

Caranya dengan mengingat-ingat pahala yang bakal kita raih.
Karena seseorang yang hafal AlQur'an akan berada pada kedukan tertinggi; dimana tak ada lagi kedudukan yang lebih tinggi dari itu.

TEKNIKNYA:

Ucapkan selama 5 menit kalimat, "SUNGGUH ... AKU ADALAH ORANG YANG MEMILIKI KONSENTRASI YANG BAIK!!"
Diiringi dengan mengonsentrasikan pikiran pada kata "BAIK" untuk mendapatkan konsentrasi yang maksimal

Semoga kita diberi keringanan dan kemudahan oleh Allah dalam Menghafal AlQur'an.. semoga kita semua diliputi dengan cahayaNya..
Allahumma Aamiin

Minggu, 07 Juli 2013

Amalan Utama di Bulan Ramadhan

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Minggu, Juli 07, 2013 0 komentar
بسم الله الرحمن الر حيم

Puja dan Puji hanya milik Allah Pengada langit dan bumi beserta seluruh yang ada di dalamnya. Baik yang kasat mata hingga yang terlihat hanya dengan bantuan mikroskop. Yang mana seluruhnya semua bertasbih hanya padaNya. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaha illallah wallahu Akbar. Tempat kembali bagi seluruh nyawa yang Dia Ciptakan.

Salam sholawat pada Utusan yang dinanti-nanti kedatangannya hingga sebelum ia lahir Nabi pertama telah melihatnya melalui ujung kukunya dengan kehendak Sang Pencipta. Utusan yang paling bersinar namanya di seluruh jagat raya, hingga ke negeri akhirat. Utusan yang terakhir yang telah membawa cahaya paling terang di dunia dan melenyapkan segala kegelapan. Allahumma sholli wasallim 'alaih. Tak luput salam tertuju pada keluarga Sang Utusan, Sahabat-sahabat, tabi' tabi'in dan juga pada seluruh ummatnya yang meyakini ajarannya dan berpegang teguh padanya.

Ramadhan telah di ambang pintu. Sudah kah kita menargetkan amalan-amalan yang akan kita lakukan di bulan penuh berkah tersebut?
Berikut dikutipkan 9 amalan utama dalam bulan Ramadhan.

1. Shiyam/Puasa

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

"Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah 'Azza wa Jalla  berfirman, ‘Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnyadan makannya karena Aku’. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan; gembira ketika berbuka puasa dan gembria ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya. Dan sesungguhnya bau tidak sedap mulutnya lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi.” (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik Muslim)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak diragukan lagi, pahala yang besar ini tidak diberikan kepada orang yang sebatas meninggalkan makan dan minum semata. Ini sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dengan ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu) ini merupakan kiasan bahwa Allah tidak menerima puasa tersebut.

Dalam sabdanya yang lain, "Jika pada hari salah seorang kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membaut kegaduhan, dan juga tidak melakukan perbuatan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah ia mengatakan, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa'." (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka jika Anda berpuasa, maka puasakan juga pendengaran, penglihatan, lisan, dan seluruh anggota tubuh. Jangan jadikan sama antara hari saat berpuasa dan tidak.

2. Al-Qiyam/shalat malam/Tarawih

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah Ta'ala berfirman,

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا  وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka." (QS. Al-Furqan: 63-64)

Qiyamul lail sudah menjadi rutinitas Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabatnya. 'Aisyah Radhiyallahu 'Anhaberkata, "Jangan tinggalkan shalat malam, karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau melemah maka beliau shalat dengan duduk." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Umar bin Khathab Radhiyallahu 'Anhu biasa melaksanakan shalat malam sebanyak yang Allah kehendaki sehingga apabila sudah masuk pertengahan malam, beliau bangunkan keluarganya untuk shalat, kemudian berkata kepada mereka, "al-shalah, al-Shalah." Lalu beliau membaca:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaahaa: 132)

Dan Umar bin Khathab juga biasa membaca ayat berikut:

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ

"(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?" (QS. Al-Zumar: 9)

Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma berkata, "Luar biasa Utsman bin Affan Radhiyallahu 'Anhu" Ibnu Abi Hatim berkata, "Sesungguhnya Ibnu Umar berkata seperti itu karena banyaknya shalat malam dan membaca Al-Qur'an yang dikerjakan amirul Mukminin Utsman bin AffanRadhiyallahu 'Anhu sehingga beliau membaca Al-Qur'an dalam satu raka'at."

Dan bagi siapa yang melaksanakan shalat Tarawih hendaknya mengerjakannya bersama jama'ah sehingga akan dicatat dalam golongan qaimin, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda, "Siapa yang shalat bersama imamnya sehingga selesai, maka dicatat baginya shalat sepanjang malam." (HR. Ahlus Sunan)

3. Shadaqah

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah manusia paling dermawan. Dan beliau lebih demawan ketika di bulan Ramadhan. Beliau menjadi lebih pemurah dengan kebaikan daripada angin yang berhembus dengan lembut. Beliau bersabda, "Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan." (HR. al-Tirmidzi dari Anas)

Sesungguhnya shadaqah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dan kelebihan, maka bersegeralah dan semangat dalam menunaikannya sesuai kemampuan. Dan di antara bentuk shadaqah di bulan ini adalah:

a. memberi makan
Allah menerangkan tentang keutamaan memberi makan orang miskin dan kurang mampu yang membutuhkan, dan balasan yang akan didapatkan dalam firman-Nya:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا  فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا  وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera." (QS. Al-Nsan: 8-12)

Para ulama salaf sangat memperhatikan memberi makan dan mendahulukannya atas banyak macam ibadah, baik dengan mengeyangkan orang lapar atau memberi makan saudara muslim yang shalih. Dan tidak disyaratkan dalam memberi makan ini kepada orang yang fakir. Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makan, sambunglah silaturahim, dan shalatlah malam di saat manusia tidur, niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Sebagian ulama salaf ada yang mengatakan, "Aku mengundang sepuluh sahabatku lalu aku beri mereka makan dengan makanan yang mereka suka itu lebih aku senangi dari pada membebaskan sepuluh budak dari keturunan Islmail."

Ada beberapa ulama yang memberi makan orang lain padahal mereka sedang berpuasa, seperti Abdullan bin Umar, Dawud al-Tha'i, Malik bin Dinar, dan Ahmad bin Hambal Radhiyallahu 'Anhum. Dan adalah Ibnu Umar, tidaklah berbuka kecuali dengan anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

Ada juga sebagian ulama salaf lain yang memberi makan saudara-saudaranya sementara ia berpuasa, tapi ia tetap membantu mereka dan melayani mereka, di antaranya adalah al-Hasan al-Bashri dan Abdullah bin Mubarak.

Abu al-Saur al-Adawi berkata: Beberapa orang dari Bani Adi shalat di masjid ini. Tidaklah salah seorang mereka makan satu makananpun dengan sendirian. Jika ia dapatkan orang yang makan bersamanya maka ia makan, dan jika tidak, maka ia keluarkan makanannya ke masjid dan ia memakannya bersama orang-orang dan mereka makan bersamanya.

b. Memberi hidangan berbukan bagi orang puasa
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari pahalanya sedikitpun." (HR. Ahmad, Nasai, dan dishahihkan al-Albani)

Dan dalam hadits Salman Radhiyallahu 'Anhu, "Siapa yang memberi makan orang puasa di dalam bulan Ramadhan, maka diampuni dosanya, dibebaskan dari neraka, dan baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya."



4.  Bersungguh-sungguh dalam membaca Al-Qur'an

5. Duduk di masjid sampai matahari terbit

Adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, apabila shalat Shubuh beliau duduk di tempat shalatnya hinga matahari terbit (HR. Muslim). Imam al-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda,

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

"Siapa shalat Shubuh dengan berjama'ah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua raka'at, maka baginya seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna , sempurna." (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Keutamaan ini berlaku pada semua hari, lalu bagaimana kalau itu dikerjakan di bulan Ramadhan? Maka selayaknya kita bersemangat menggapainya dengan tidur di malam hari, meneladani orang-orang shalih yang bangun di akhirnya, dan menundukkan nafsu untuk tunduk kepada Allah dan bersemangat untuk menggapai derajat tinggi di surga.

6. I'tikaf

Adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam senantiasa beri'tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Dan pada tahun akan diwafatkannya, beliau beri'tikaf selama 20 hari (HR. Bukhari dan Muslim).  I'tikaf merupakan ibadah yang berkumpul padanya bermacam-macam ketaatan; berupa tilawah, shalat, dzikir, doa dan lainnya. Bagi orang yang belum pernah melaksanakannya, i'tikaf dirasa sangat berat. Namun, pastinya ia akan mudah bagi siapa yang Allah mudahkan. Maka siapa yang berangkat dengan niat yang benar dan tekad kuat pasti Allah akan menolong. Dianjrukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir adalah untuk mendapatkan Lailatul Qadar. I'tikaf merupakan kegiatan menyendiri yang disyariatkan, karena seorang mu'takif (orang yang beri'tikaf) mengurung dirinya untuk taat kepada Allah dan mengingat-Nya, memutus diri dari segala kesibukan yang bisa mengganggu darinya, ia mengurung hati dan jiwanya untuk Allah dan melaksanakan apa saja yang bisa mendekatkan kepada-Nya. Maka bagi orang beri'tikaf, tidak ada yang dia inginkan kecuali Allah dan mendapat ridha-Nya.

7. Umrah pada bulan Ramadhan

Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda,

عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ
"Umrah pada bulan Ramadhan menyerupai haji." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) dalam riwayat lain, "seperti haji bersamaku." Sebuah kabar gembira untuk mendapatkan pahala haji bersama Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

8.  Menghidupkan Lailatul Qadar

Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadar: 1-3)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar didasari imandan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berusaha mencari Lailatul Qadar dan memerintahkan para sahabatnya untuk mencarinya. Beliau juga membangunkan keluarganya pada malam sepuluh hari terakhir dengan harapan mendapatkan Lailatul Qadar. Dalam Musnad Ahmad, dari Ubadah secara marfu', "Siapa yang shalat untuk mencari Lailatul Qadar, lalu ia mendapatkannya, maka diampuni dosa-dosa-nya yang telah lalu dan akan datang." (Di dalam Sunan Nasai juga terdapat riwayat serupa, yang dikomentari oleh Al-hafidz Ibnul Hajar: isnadnya sesuai dengan syarat Muslim



9. Memperbanyak dzikir, doa dan istighfar

Sesungguhnya malam dan siang Ramadhan adalah waktu-waktu yang mulia dan utama, maka manfaatkanlah dengan memperbanyak dzikir dan doa, khususnya pada waktu-waktu istijabah, di antaranya:
- Saat berbuka, karena seorang yang berpuasa saat ia berbuka memiliki doa yang tak ditolak.
- Sepertiga malam terkahir saat Allah turun ke langit dunia dan berfirman, "Adakah orang yang meminta, pasti aku beri. Adakah orang beristighfar, pasti Aku ampuni dia."
- Beristighfar di waktu sahur, seperti yang Allah firmankan, "Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzaariyat: 18)



Mari kita melist amalan-amalan tersebut agar full di bulan ramadhan. semoga kita keluar dari ramadhan dalam keadaan putih bersih dan telah mendapatkan gelar tertinggi yakni orang-orang yang bertaqwa. semoga kita bisa istiqomah dalam ketaatan padaNya.

aamiin Allahumma Aamiin.....

SubhanaKallahumma Rabbanaa wa bihamdiK Asyhadu Anlaa ilaaha illa Anta AstghfiruKa wa atubu ilaiK.

Subhana Rabil 'Izzati 'amma yashifuun wasalamun 'alal Mursaliin walhamdulillahi Rabill 'Alamiin Aamiin,

Jumat, 10 Mei 2013

Komunitasku

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Jumat, Mei 10, 2013 0 komentar
3 bulan 14 hari, aku berada di Asrama ini.
Berbaur dengan para sahabat al-Qur'an.
Bergabung dengan para pencinta al-Qur'an.
Berada di tengah-tengah para penikmat al-Qur'an.
Melingkar bersama para penghafal al-Qur'an.

Tiap waktu bersama al-Qur'an.
Dari bangun tidur hingga tidur kembali,
al-Qur'an selalu ada di tangan mereka.

al-Qur'an al-Qur'an dan al-Qur'an.
tiada hari terlewati tanpa al-Qur'an.

3 bulan 14 hari...
Sungguh ku tak menyesal ada di komunitas mereka,
komunitas perindu syafa'at al-Qur'an.

Belum Sempurna

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Jumat, Mei 10, 2013 0 komentar


Aku ini dilahirkan sebagai pembelajar. Eh, bukan cuma aku, kalian juga. Kita semua diciptakan untuk belajar.
Dan di sinilah aku, di bumi Allah untuk belajar.
Kalian mungkin menilaiku kurang. Tapi di situlah letak maunya Allah, agar aku selalu belajar dan belajar. Jadi aku berharap kalian maklum atas tindakanku yang belum sempurna, seperti yang kalian inginkan............

_to be continued_

Ketika Semangat Akan Luntur

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Jumat, Mei 10, 2013 0 komentar



Bismillahirrahmanirrahiim….

Sekian juta detik telah berlalu, menemani keseharianku di Asrama Tahfidz ini. Menjadi saksi akan suara-suara lantang ayat-ayat Allah dihafalkan…

Di sinilah aku. Di temani detik yang silih berganti mendahuluiku. Satu-satu menjadi saksi akan apa yang telah kuperbuat sebelum dia berlalu.

Detik tak lagi kurasakan seperti apa dia, kecuali ketika ia telah berpadu menjadi sekian menit. Ketika dia detik datang, sungguh dia bagaikan angin lalu. Menitpun begitu, seakan hanya semilir angin yang tak lama datang dan perginya. Detik ketika menjadi setengah jam, barulah aku menyadari keadaannya.
Inilah aku, yang seakan tak pernah menghargai waktu. Atau malah tak pernah menghargai waktu. Aku membiarkan dia berlalu tanpa menyadari dialah yang menjadi saksi akan diriku kelak. Aku belum mengimani akan surah tentang waktu. Ah, aku mengimani, namun aku belum bisa mengaplikasikan. Ah,, bingung aku membahasakan maksudnya.

45 hari. Aku berada di asrama para calon hafidzah Allah ini. Sekian itu pula aku menyaksikan akan semangat mereka yang luar biasa untuk meraih cahaya, mempersiapkan mahkota dan jubah untuk dua orang tercinta. Sedangkan aku? Entahlah, mungkin ini yang disebut ‘panas-panas tai ayam’. Hanya semangat di awal saja. Semangat yang kumiliki naik turun. Tak pernah tetap apalagi meningkat seperti mereka.

45 hari selama aku di sini, aku menyaksikan akan lembar per lembar yang dihafalkan setiap harinya. Akan semangat ustadz kami yang tak pernah lelah menjadi pendengar setoran kami dari detik ke detik hingga ashar berlalu.

Lalu aku? Akukah yang sakit ataukah aku ini kenapa?

Hanya ada 2 juz yang berhasil aku hafalkan selama itu. 2 juz yang tak lancar. 2 juz yang ayat-ayatnya lari dan bertukar-tukar.

Kemanakah semangatku? Dimanakah ia?? Bagaimanakah aku mendapatkannya???

Sebelum segalanya terlambat, aku harus menemukan dia…..

_to be continued_

Catatan Awal Calon Hafidzah

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Jumat, Mei 10, 2013 0 komentar


Pagi yang cerah di hari minggu yang tenang.

Penduduk asrama Darut Tahfidz yang berbilang tiga puluh tujuaan orang banyak yang pulang ke rumahnya liburan. Semalam saja yang ikut makan malam hanya ada sepuluh orang. Katanya yang tidak pulang ada empat belas orang, namun yang empat orang lainnya katanya sudah kenyang. Padahal di hari senin-jum’at, kami biasa antri di ruang makan. Meja makan pun penuh, layaknya warung yang ramai pengunjung.
Suasana asrama sepi. Tidak ada suara-suara menghafal dari dalam kelas. Tidak terdengar suara-suara panggil sana panggil sini. Tidak ada yang lalu lalang di koridor pulang pergi kamar-kelas-kamar. Tidak ada suara cekikan canda tawa. Benar-benar sepi.

Aku di dalam kelas, mengetik. Aku sendiri, namun tak sepi. Hatiku tak galau dan tak pula tidak tenang. Aku menikmati kesendirianku, karena memang hal inilah yang aku suka. Sendiri memikirkan diri memikirkan kata.
Asrama Darut Tahfidz. Begitulah nama asrama ini disebutkan. Sebuah sebutan yang jika difikirkan terkesan bahwa asrama ini layaknya pesantren pada umumnya yang berada dalam lingkungan yang luas, nyaman, asri. Khayalkanlah sebuah gedung. Jika masuk gerbang letak gedung berada di kanan. Gedungnya berlantai tiga bercat hijau, tiap lantai memiliki lima kamar saling berhadapan, tiap jendelanya bergorden pink. Dan asrama Daarut Tahfidz ini letaknya di lantai tiga. Lantai dua di huni anak-anak yatimah. Dan lantai satu digunakan sebagai kantin. Ya, lantai satu itu hanya khusus untuk tempat makan. Jadi asrama Darut Tahfidz itu hanyalah satu lantai dari suatu gedung.

Darut tahfidz ini dibentuk oleh yayasan Al-Fityan School Gowa-Sulawesi Selatan. Yayasan ini memiliki taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan tahfidzul qur’an. Tahfidzul Qur’annya di bentuk ba’da Romadhon tahun 2012. Maaf, aku belum mengerti betul sejarah asrama darut tafidz ini, bagaimana awal dibentuk, tujuannya pun belum jelas. Tapi yang kita ketahui bersama, sebuah asrama tahfidz dibangun atau dibentuk tujuannya mecetak kader-kader shohibul qur’an, generasi-generasi qur’ani. Aku hanya mendaftar sebagai anak tahfidz di sini. Sebutan anak tahfidzlah yang biasa kami ucapkan. Karena mau menyebutkan santri, kami juga bukan santri.

Ah ya... Bukannya yayasan ini terkenal. Ingin mencari taunya, googling saja. Yayasan ini bukan hanya ada di Gowa- Sulawesi Selatan, tapi ada juga di Aceh, Medan, Tanggerang. Ketika melihat gedung Al-Fityan Gowa, maka lihatlah gedung sebelah kanan, lantai tiga. Itulah asramaku-Darut Tahfidz, tempat aku berada saat ini.

Aku di sini karena skenario Allah yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz. Aku sebelumnya tak pernah membayangkan, bagaimana rasanya menjadi santri tahfidz kini telah ada di asrama tahfidz. Walau sebutan kami di sini bukanlah santri J. Allah Maha mendengar, Maha Mengetahui segala isi hati. Kalian yakin hal itu??. Aku dari dulu telah meyakininya, namun pembuktian yang teramat sangat dan teramat berkesan dari “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui segala isi hati” baru sekarang. Selalu terbukti setiap saat, namun yang “Teramat sangat berkesan” baru kali ini.

Seingat aku, aku jarang meminta secara khusus agar aku di masukkan di asrama tahfidz, malah tak pernah. Aku hanya menghadirkan dalam hati, mengkhayalkannya, dan membayangkan berada di asrama tahfidz. Namun memintanya setiap kali selesai sholat wajib, di sujud terkahir, di sepertiga malam, rasanya tak pernah. Tapi Allah mengetahui apa di hatiku, dan mengabulkannya. Bagaimana hal ini tidak berkesan bagiku??

_to be continued_

Ahad, 24 Februari 2013





GedungAl-Fityan School Gowa


 

Mountain Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea