Jumat, 10 Mei 2013

Komunitasku

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Jumat, Mei 10, 2013 0 komentar
3 bulan 14 hari, aku berada di Asrama ini.
Berbaur dengan para sahabat al-Qur'an.
Bergabung dengan para pencinta al-Qur'an.
Berada di tengah-tengah para penikmat al-Qur'an.
Melingkar bersama para penghafal al-Qur'an.

Tiap waktu bersama al-Qur'an.
Dari bangun tidur hingga tidur kembali,
al-Qur'an selalu ada di tangan mereka.

al-Qur'an al-Qur'an dan al-Qur'an.
tiada hari terlewati tanpa al-Qur'an.

3 bulan 14 hari...
Sungguh ku tak menyesal ada di komunitas mereka,
komunitas perindu syafa'at al-Qur'an.

Belum Sempurna

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Jumat, Mei 10, 2013 0 komentar


Aku ini dilahirkan sebagai pembelajar. Eh, bukan cuma aku, kalian juga. Kita semua diciptakan untuk belajar.
Dan di sinilah aku, di bumi Allah untuk belajar.
Kalian mungkin menilaiku kurang. Tapi di situlah letak maunya Allah, agar aku selalu belajar dan belajar. Jadi aku berharap kalian maklum atas tindakanku yang belum sempurna, seperti yang kalian inginkan............

_to be continued_

Ketika Semangat Akan Luntur

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Jumat, Mei 10, 2013 0 komentar



Bismillahirrahmanirrahiim….

Sekian juta detik telah berlalu, menemani keseharianku di Asrama Tahfidz ini. Menjadi saksi akan suara-suara lantang ayat-ayat Allah dihafalkan…

Di sinilah aku. Di temani detik yang silih berganti mendahuluiku. Satu-satu menjadi saksi akan apa yang telah kuperbuat sebelum dia berlalu.

Detik tak lagi kurasakan seperti apa dia, kecuali ketika ia telah berpadu menjadi sekian menit. Ketika dia detik datang, sungguh dia bagaikan angin lalu. Menitpun begitu, seakan hanya semilir angin yang tak lama datang dan perginya. Detik ketika menjadi setengah jam, barulah aku menyadari keadaannya.
Inilah aku, yang seakan tak pernah menghargai waktu. Atau malah tak pernah menghargai waktu. Aku membiarkan dia berlalu tanpa menyadari dialah yang menjadi saksi akan diriku kelak. Aku belum mengimani akan surah tentang waktu. Ah, aku mengimani, namun aku belum bisa mengaplikasikan. Ah,, bingung aku membahasakan maksudnya.

45 hari. Aku berada di asrama para calon hafidzah Allah ini. Sekian itu pula aku menyaksikan akan semangat mereka yang luar biasa untuk meraih cahaya, mempersiapkan mahkota dan jubah untuk dua orang tercinta. Sedangkan aku? Entahlah, mungkin ini yang disebut ‘panas-panas tai ayam’. Hanya semangat di awal saja. Semangat yang kumiliki naik turun. Tak pernah tetap apalagi meningkat seperti mereka.

45 hari selama aku di sini, aku menyaksikan akan lembar per lembar yang dihafalkan setiap harinya. Akan semangat ustadz kami yang tak pernah lelah menjadi pendengar setoran kami dari detik ke detik hingga ashar berlalu.

Lalu aku? Akukah yang sakit ataukah aku ini kenapa?

Hanya ada 2 juz yang berhasil aku hafalkan selama itu. 2 juz yang tak lancar. 2 juz yang ayat-ayatnya lari dan bertukar-tukar.

Kemanakah semangatku? Dimanakah ia?? Bagaimanakah aku mendapatkannya???

Sebelum segalanya terlambat, aku harus menemukan dia…..

_to be continued_

Catatan Awal Calon Hafidzah

Diposting oleh Fauziah-dFLower Hari Jumat, Mei 10, 2013 0 komentar


Pagi yang cerah di hari minggu yang tenang.

Penduduk asrama Darut Tahfidz yang berbilang tiga puluh tujuaan orang banyak yang pulang ke rumahnya liburan. Semalam saja yang ikut makan malam hanya ada sepuluh orang. Katanya yang tidak pulang ada empat belas orang, namun yang empat orang lainnya katanya sudah kenyang. Padahal di hari senin-jum’at, kami biasa antri di ruang makan. Meja makan pun penuh, layaknya warung yang ramai pengunjung.
Suasana asrama sepi. Tidak ada suara-suara menghafal dari dalam kelas. Tidak terdengar suara-suara panggil sana panggil sini. Tidak ada yang lalu lalang di koridor pulang pergi kamar-kelas-kamar. Tidak ada suara cekikan canda tawa. Benar-benar sepi.

Aku di dalam kelas, mengetik. Aku sendiri, namun tak sepi. Hatiku tak galau dan tak pula tidak tenang. Aku menikmati kesendirianku, karena memang hal inilah yang aku suka. Sendiri memikirkan diri memikirkan kata.
Asrama Darut Tahfidz. Begitulah nama asrama ini disebutkan. Sebuah sebutan yang jika difikirkan terkesan bahwa asrama ini layaknya pesantren pada umumnya yang berada dalam lingkungan yang luas, nyaman, asri. Khayalkanlah sebuah gedung. Jika masuk gerbang letak gedung berada di kanan. Gedungnya berlantai tiga bercat hijau, tiap lantai memiliki lima kamar saling berhadapan, tiap jendelanya bergorden pink. Dan asrama Daarut Tahfidz ini letaknya di lantai tiga. Lantai dua di huni anak-anak yatimah. Dan lantai satu digunakan sebagai kantin. Ya, lantai satu itu hanya khusus untuk tempat makan. Jadi asrama Darut Tahfidz itu hanyalah satu lantai dari suatu gedung.

Darut tahfidz ini dibentuk oleh yayasan Al-Fityan School Gowa-Sulawesi Selatan. Yayasan ini memiliki taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan tahfidzul qur’an. Tahfidzul Qur’annya di bentuk ba’da Romadhon tahun 2012. Maaf, aku belum mengerti betul sejarah asrama darut tafidz ini, bagaimana awal dibentuk, tujuannya pun belum jelas. Tapi yang kita ketahui bersama, sebuah asrama tahfidz dibangun atau dibentuk tujuannya mecetak kader-kader shohibul qur’an, generasi-generasi qur’ani. Aku hanya mendaftar sebagai anak tahfidz di sini. Sebutan anak tahfidzlah yang biasa kami ucapkan. Karena mau menyebutkan santri, kami juga bukan santri.

Ah ya... Bukannya yayasan ini terkenal. Ingin mencari taunya, googling saja. Yayasan ini bukan hanya ada di Gowa- Sulawesi Selatan, tapi ada juga di Aceh, Medan, Tanggerang. Ketika melihat gedung Al-Fityan Gowa, maka lihatlah gedung sebelah kanan, lantai tiga. Itulah asramaku-Darut Tahfidz, tempat aku berada saat ini.

Aku di sini karena skenario Allah yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz. Aku sebelumnya tak pernah membayangkan, bagaimana rasanya menjadi santri tahfidz kini telah ada di asrama tahfidz. Walau sebutan kami di sini bukanlah santri J. Allah Maha mendengar, Maha Mengetahui segala isi hati. Kalian yakin hal itu??. Aku dari dulu telah meyakininya, namun pembuktian yang teramat sangat dan teramat berkesan dari “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui segala isi hati” baru sekarang. Selalu terbukti setiap saat, namun yang “Teramat sangat berkesan” baru kali ini.

Seingat aku, aku jarang meminta secara khusus agar aku di masukkan di asrama tahfidz, malah tak pernah. Aku hanya menghadirkan dalam hati, mengkhayalkannya, dan membayangkan berada di asrama tahfidz. Namun memintanya setiap kali selesai sholat wajib, di sujud terkahir, di sepertiga malam, rasanya tak pernah. Tapi Allah mengetahui apa di hatiku, dan mengabulkannya. Bagaimana hal ini tidak berkesan bagiku??

_to be continued_

Ahad, 24 Februari 2013





GedungAl-Fityan School Gowa


 

Mountain Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea